Monday, May 26, 2008

Jatuh Cinta, by Dygta

Ehm....lagi demen ni sama tembang satu ini, tembang baru dari band pengusung tembang romantis, ini lagu jadi lagu wajib yang harus didengeri setiap harinya, diambil dari album 4thebest, yang merupakan kumpulan hit terbaik Dygta sejak album pertama. Nah untuk album satu ini Jatuh Cinta yang jadi andalan.

Download here

Jatuh Cinta by Dygta


Malam terasa indah sejak ku mengenalmu
Pagi semakin cerah bila ku mengingatmu
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta

Reff:*


Mungkinkah aku jatuh cinta padanya
Mungkinkah aku jatuh hati padanya
Hatiku terasa semakin rindu

**
Rindu ini hanya untuk dirinya
Sayang ini hanya untuk dirinya
Oh tuhan aku jatuh cinta

Mungkin hanya cintamu meluluhkan hatiku
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta

Back to Reff:* dan **

Apakah yang kurasa benar jatuh cinta

Back to Reff:* dan ** 2x

Back to Reff:*

Baca selengkapnya...

Wednesday, May 21, 2008

Selamat Jalan Teman

Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, hari Senin kemarin saya harus kehilangan salah seorang teman terbaik, dan kemarin kami mengantar dia terakhir kali menghadap Allah di perkuburan Puncak Sekuning pukul 4 sore. Mungkin serasa mimpi harus kehilangan teman dari SMP, teman yang baik, teman nge-band, teman satu kelas baik di SMK maupun di PalComTech satu tahun yang lalu. Achmadi Salman, yang meninggal akibat kecelakaan di Jalan Palembang-Indralaya, sehabis pulang kerja menuju Palembang.

Ada satu hal yang kemarin niat dia gak kesampaian dari saya, ingin pinjam DVD Ayat-Ayat Cinta, tapi karena ada yang meminjam jadi saya tidak bisa mengabulkan, lagian itu pertemuan terakhir, karena dia sibuk kerja di daerah Kecamatan Tugu Mulyo, OKI.

Kalau mengingat selama hidup, gak ada kenangan buruk dari beliau. Soalnya kami dari SMP, sudah sering makan bareng, pulang bareng, pokoknya gak ada kenangan yang buruk.

Selamat jalan teman, semoga Allah mengampuni segala dosa dan arwahmu diterima-Nya, dan semoga kami dapat mengambil pelajaran atas semua ini. Amin ya rabbal 'alamin



Baca selengkapnya...

Monday, May 19, 2008

We Are The Real Champion

Ho...ho...Inter scudetto setelah mengalahkan Parma 0-2, Ibrahimovic jadi pahlawan!! Gila dengan perasaan was-was, tambah lagi Trans 7 gak jadi tayangin Serie A jam 8 malem karena ada pertandingan Final Thomas Cup.

Berita baru saya dapat pas jam 23.30 semalam, lewat running text di Metro TV. Ehm, wajah sumringah pun terpancar. Maaf buat kalian Romanisti, tahun ini masih milik kami. Buat Milanisti selamat menangis semalam, karena harus bermain di kasta kedua Eropa yaitu UEFA Cup. Kasihan deh lo!!! Forza deh buat Fiorentina, I support u too!!

Nah, semoga Inter Milan bisa melengkapi pekan bahagianya dengan bantai Roma di Final Coppa Italia Sabtu nanti. Hidup La Beneamata!!

Match Review:

Parma 0-2 Inter (HT: 0-0)

Scorers: Ibrahimovic 62, 79.

Parma: 99 Pavarini; 33 Coly, 28 Paci, 24 Couto, 7 Castellini; 4 Morrone, 55 Parravicini (22 Moretti 88), 21 Cigarini (9 Lucarelli ); 83 Reginaldo (6 Antonelli 77), 20 Budan; 18 Gasbarroni.
Subs not used: 5 Bucci, 2 Zenoni, 15 Martinez, 32 Corradi.
Coach: Andrea Manzo.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 24 Rivas, 23 Materazzi, 6 Maxwell; 4 Zanetti, 14 Vieira, 5 Stankovic, 31 Cesar (8 Ibrahimovic 51); 9 Cruz, 45 Balotelli (30 Pelé 77).
Subs not used: 1 Toldo, 16 Burdisso, 11 Jimenez, 18 Crespo, 29 Suazo.
Coach: Roberto Mancini.

Referee: Gianluca Rocchi (Florence).

Booked: Parravicini 15, Cesar 25, Vieira 36, Cigarini 43, Castellini 67, Lucarelli 43.
Sent off: Mihajlovic 84.


Baca selengkapnya...

Tuesday, May 13, 2008

Kilas Balik 10 Tahun yang Lalu

13 Mei 1998, tragedi memilukan, tragedi berdarah dan tragedi penuh noda. Tidak terasa sepuluh tahun sudah kejadian itu telah berlalu.


Berawal dari krisis moneter dan Tragedi Trisakti pada 12 Mei, yaitu tewasnya empat mahasiswa Trisakti Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Demonstrasi mereka berujung kematian, karena mereka tertembak oleh aparat keamanan.

Sejak dari kejadian itu, mulai dari tanggal 13-15 Mei 1998, Jakarta penuh noda, penuh darah, dan penuh amarah, kerusuhan Mei terjai. Tidak hanya Jakarta tapi di beberapa daerah lain kejadian ini juga berlangsung. Masih segar dipikiran saya yang pada saat itu masih kelas 4 SD, dimana Supermarket Ampera(saat ini jadi Kampus B Universitas Kader Bangsa) serta beberapa toko di kawasan 16 Ilir dijarah oleh masa.

Kalau ingat akan hal itu, kita berpikir adakah perubahan secara nyata, Orde Baru ke Orde Reformasi. Saya rasa jawabnya belum. Masih banyaknya pejabat yang doyan korupsi, masih kurangnya rasa tenggang rasa, kejadian rasis dan sebagainya.

Sebentar lagi BBM naik, demo dimana-mana sudah terjadi, saya khawatir kejadian Mei 98 akan terulang. Tapi semoga hal ini tidak terjadi, jika seluruh masyarakat Indonesia mau berpikir untuk melepaskan bangsanya dari krisis multidimensi ini.


Baca selengkapnya...

Monday, May 12, 2008

Menguber Piala yang Hilang

Pagelaran lambang supremasi tertinggi dunia bulutangkis dunia kemarin resmi digelar. Kalau di sepakbola kita kenal dengan adanya Piala Dunia untuk kejuaraan dunia, nah untuk olahraga tepok bulu ini kita kenal dengan Thomas-Uber Cup.

Alhamdulillah di partai pembuka para srikandi dan arjuna bulutangkis kebanggaan bangsa Indonesia berhasil menekuk lawan-lawannya. Pada partai siang hari dimana tim Uber Indonesia yang dimotori Maria Kristin, Adrianti Firdasari, Pia Zebadiah, serta 2 pasangan ganda Vita Marissa-/Lilyana Natsir, Jo Novita/Greisa Polli berhasil mengalahkan salah satu kekuatan Asia, Jepang dengan skor meyakinkan 4-1. Satu-satunya kekalahan diderita Maria Kristin di partai pertama.

Tapi langkah manis Tim Uber nyaris tidak diikuti Tim Thomas Indonesia yang harus susah payah mengalahkan Tim Thailand dengan skor 3-2. Kemenangan baru ditentukan pada partai penutup oleh Simon Santoso. Kekalahan yang diderita oleh Sony Dwi Kuncoro atas Bonsak Ponsana diikuti oleh tunggal kedua yang kita kenal dengan smash mautnya dan juara dunia sebanyak 2 kali, Taufik Hidayat. Mereka berdua bermain di bawah form terbaik, kekalahan mereka membuat penonton di Istora Senayan terbungkam bahkan banyak yang memilih pulang. Untung Simon keluar sebagai penentu.

Semoga harapan bangsa untuk merebut kembali Piala Thomas dan target semifinal untuk tim Uber berhasil dicapai, karena lawan-lawan tangguh seperti Malaysia, Korea Selatan, Denmark dan tentunya juara bertahan China telah menanti. Amin ya rabbal'alamin.

Ingat, INI KANDANG KITA!!!!

Baca selengkapnya...