Sungguh miris sebenarnya melihat berita-berita di tv selama Ramadhan ini, bulan yang seharusnya diisi dengan kekhusyukan ibadah, tetapi malah berujung maut, keributan dan korupsi.
Kasus terdekat yang saya lihat di tv lokal Palembang adalah pada saat "Asmara Subuh" dua kelompok remaja tawuran di kawasan Kambang Iwak, eh besoknya saya nonton berita di tv swasta nasional ada yang lebih parah lagi, di Tangerang saling lempar petasan akhirnya berujung kematian gara-gara lari kejaran lompat ke danau dan maut menjemput.
Yang paling parah tentunya, niat baik seseorang menunaikan kewajiban dia sebagai umat muslim yang mampu dan berhak mengeluarkan zakat berakhir dengan tewasnya 21 orang warga sekitar Pasuruan serta belasan luka-luka lainnya karena terinjak untuk berebut mengambil uang Rp 30.000,-.
Dan yang terupdate kejadian tadi malam yaitu, tertangkapnya anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena dugaan suap uang sebesar Rp 500 juta untuk kasus tv kabel Astro.
Masya Allah, walau jujur saya juga sering tidak terkontrol emosi, tapi melihat kejadian itu tentunya menjadi acuan bagi diri saya, Ramadhan belum tentu kita bertemu lagi, memanfaatkan bulan yang banjir akan pahala ini. Suatu pandangan bagi saya, jangan sampai saya sia-siakan ini. Tapi menjadi pertanyaan bagi saya sendiri, dimana letak Ramadhan bagi kita?
Baca selengkapnya...