Tuesday, December 29, 2009

Resolusi 2010

Tidak terasa sebentar lagi kita akan meninggalkan 2009, dan memasuki 2010. Sebelumnya kita beberapa hari yang lalu sudah merayakan Tahun Baru Islam 1431 H. Rasanya tidak lengkap apabila saya tidak menulis, harapan-harapan di tahun yang akan datang, baik Tahun Hijriyah yang sudah terlebih dahulu masuk dan tahun Masehi yang tinggal hitungan hari. Tapi sebelumnya saya ingin mengulas resolusi tahun kemarin yang pernah saya tulis sebelumnya di sini, yang saya coret artinya itu yang tercapai dan yang tidak pastinya harus selalu saya kejar nantinya.
  • Tetap eksis kuliah sampai tamat. Ya, berharap gak ada hal yang bisa halangin mimpi saya untuk mengejar gelar sarjana komputer ini. Sehingga bisa buat keluarga bangga.

  • Mempunyai side job yang mumpuni, hingga dapat menambah penghasilan saya.

  • Menyukseskan pernikahan kakak perempuan saya yang nomor 4 (di atas saya satu tingkat). Kalau saya, punya mimpi 12-12-12, kalau gak gini 20-12-2012, heheheheh.

  • Bisa tingkatin iman, lebih giat ibadah. Terus terang, iman saya makin hari makin naik-turun.

  • Punya kamera digital

  • Punya motor sendiri, beneran susah kalau gak ada yang satu ini. Sekarang cuma punya SIM-nya doang, hehehe. Jadi kalau pake motor kakak dapat izin kemana aja, gak takut ditilang.

  • Bisa nyetir (entah bagaimana caranya), hehehee...

  • Bisa kurban di Idul Adha tahun depan (mudah2an ada rejeki lebih)

  • Ganti hape baru( beneran ganti gara-gara yang lama ilang :D)

  • Makin disenengin orang, gak ada yang benci dan gak ada musuh.

  • Banyak orang inget ulang tahun gua ntar (^_~).

Nah berikut resolusi saya di tahun 2010
  1. Masih bisa eksis kuliah juga, dengan mengukir banyak prestasi lagi.
  2. Punya laptop, perlu banget sama ni barang.
  3. Dimudahkan rizki selalu
  4. Bisa banggain orang-orang di sekitar.
  5. Ilmu komputernya nambah, masih cupu banget.
  6. Tidak gagal bercinta (hahaha).
  7. Selebihnya yang belum dicoret di atas



Baca selengkapnya...

Wednesday, November 25, 2009

Indahnya Qurban

Hari Raya Qurban baru saja dilewati, banyak sekali hal-hal yang saya dapat dan pelajari. Makna Qurban sampai hal-hal aneh yang saya temui di malam takbiran.

Hari Raya kemarin mungkin sedikit tidak biasa dengan sebelumnya karena pada saat malam takbiran saya masih harus tetap kuliah. Tapi gara-gara kuliah, saya dapat pelajaran penting, kenapa lebih baik kita itu di rumah kalau sudah tidak kerjaan penting lagi. Ya, fakta di lapangan, orang-orang pada penuhi jalanan buat kebutan motor, serta berpacaran ria di motor (doh, kayak gak ada tempat lagi). Jadi makna malam takbiran itu bukannya mengumandangkan Asma Allah, tapi Asmara Cinta (kekekekkeke).

Temuan yang didapat berikutnya, Indonesia benar-benar menyedihkan, bila bulan Ramadhan orang berebut zakat di Idul Adha orang berebut Qurban, sampai balita jadi korban. Sedih lihatnya, kalau semua orang berqurban saya rasa tidak akan terjadi seperti itu. Hal ini terjadi karena keterbatasan bahan. Bayangkan saja, Masjid Istiqlal saja hanya 21 ekor sapi dan 230 ekor kambing untuk beberapa cakupan Jakarta Pusat dan sekitarnya.

Alhamdulillah, warga kampung saya ada peningkatan, senang melihatnya. Tahun kemarin hanya 3 ekor sapi, tahun ini meningkat menjadi 6 ekor sapi dan kambing sebanyak 7 ekor. Semoga tahun depan makin meningkat lagi. Amiin. Dan pastinya semoga saya dapat berqurban tahun depan, karena dari saudara-saudara, baru kakak pertama yang udah. Amiin lagi..

Baca selengkapnya...

Friday, August 07, 2009

Bendera Setengah Tiang untuk Dunia Seni

Belum habis orang sibuk membicarakan seorang Mbah Surip, seniman yang penuh dengan misterinya. Semalam sahabatnya pun menyusul untuk bersama-sama menghuni area Bengkel Teater Rendra.

Dunia seni telah banyak kehilangan sosok penting. W.S. Rendra Terkenal dengan puisi yang penuh dengan semangat kecintaan dan kepedulian terhadap nasib bangsa. Jujur saya mulai suka sama beliau pada saat saya tahu kalau dia seorang mualaf. Ini bukan berarti saya tidak hormat sama agama lain. Saat yang paling saya kenang yaitu menonton penampilan beliau dengan Iwan Fals. Wuih benar-benar merinding rasanya.a
Ya selamat jalan Burung Merak. Karyamu akan selalu dikenang.




Baca selengkapnya...

Thursday, July 23, 2009

Saat Menjelang Hari Kemerdekaan

Masih terasa aroma dari kejadian Jumat berdarah, 17 Juli 2009 yang lalu. Negara kita yang sudah merasakan ketenangan lebih dari 4 tahun sejak kejadian bom yang sebelumnya, kini harus merasakan kembali penderitaan itu.


Tapi tentunya hal ini jangan menjadikan kita seorang pengecut yang mengalah dan menyerah atas kejadian yang kita alami ini. Melalui semangat menjelang Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 64 kita harus bangkit.

Pembangunan harus tetap kita lanjutkan dan tingkatkan. Berhenti untuk melangkah maju sama saja artinya membiarkan para teroris tertawa di atas kepedihan bangsa. Melalui peringatan hari kemerdekaan ini juga selayaknya kita harus lebih care atas sesama, bila kita menjadi seorang yang berhasil, seharusnya kita memberikan pengabdian kepada masyarakat, minimal warga di sekitar kita.

Menjadi panitia di hari kemerdekaan nanti merupakan salah satu contoh, dengan memberikan hiburan rakyat seperti panjat pinang, atau menghibur anak-anak kecil dengan lomba permainan rakyat, artinya kita telah memiliki sifat dan sikap seorang pahlawan.

We never go down. Mengembalikan nama besar bangsa di mata dunia itulah PR besar bagi kita. Kejadian yang harus kita jadikan semangat yang luar biasa. MERDEKA.

Baca selengkapnya...

Saturday, July 11, 2009

Cinta Sudah Terlambat

Pertama kali mendengar lagu ini pernah dejavu pada suatu kisah seorang (tapi tidak akan saya sebut namanya). Bahwa apabila kita menyayangi seorang ya katakan saja sayang, katakan saja cinta. Urusan diterima apa tidak, itu belakangan. Nah ini saya postingkan lirik lagu Cinta Sudah Terlambat dari Dygta.

Cinta Sudah Terlambat - Dygta

seandainya ku katakan yang sesungguhnya
tentang perasaanku padamu selama ini
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
seandainya ku bisa memutar kembali
waktu yg telah pergi dariku
saat kau ada di sini denganku

reff:
sebenarnya hatiku selalu mencintaimu
hanya saja ku tak pernah mengatakan kepadamu
dalamnya cintaku menggenggam tulus hatimu
namun kini kau katakan cinta sudah terlambat

seharusnya ku tak biarkan kau menanti
kata cinta dariku yang tersimpan terlalu lama

dan seharusnya ku pahami isi hatimu
yang tulus menyayangi diriku
sebelum cinta menjadi miliknya

repat reff

cinta sudah terlambat, ooooooo

repeat reff

namun kini kau katakan cinta sudah terlambat



Baca selengkapnya...