Friday, August 07, 2009

Bendera Setengah Tiang untuk Dunia Seni

Belum habis orang sibuk membicarakan seorang Mbah Surip, seniman yang penuh dengan misterinya. Semalam sahabatnya pun menyusul untuk bersama-sama menghuni area Bengkel Teater Rendra.

Dunia seni telah banyak kehilangan sosok penting. W.S. Rendra Terkenal dengan puisi yang penuh dengan semangat kecintaan dan kepedulian terhadap nasib bangsa. Jujur saya mulai suka sama beliau pada saat saya tahu kalau dia seorang mualaf. Ini bukan berarti saya tidak hormat sama agama lain. Saat yang paling saya kenang yaitu menonton penampilan beliau dengan Iwan Fals. Wuih benar-benar merinding rasanya.a
Ya selamat jalan Burung Merak. Karyamu akan selalu dikenang.




Baca selengkapnya...

Thursday, July 23, 2009

Saat Menjelang Hari Kemerdekaan

Masih terasa aroma dari kejadian Jumat berdarah, 17 Juli 2009 yang lalu. Negara kita yang sudah merasakan ketenangan lebih dari 4 tahun sejak kejadian bom yang sebelumnya, kini harus merasakan kembali penderitaan itu.


Tapi tentunya hal ini jangan menjadikan kita seorang pengecut yang mengalah dan menyerah atas kejadian yang kita alami ini. Melalui semangat menjelang Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 64 kita harus bangkit.

Pembangunan harus tetap kita lanjutkan dan tingkatkan. Berhenti untuk melangkah maju sama saja artinya membiarkan para teroris tertawa di atas kepedihan bangsa. Melalui peringatan hari kemerdekaan ini juga selayaknya kita harus lebih care atas sesama, bila kita menjadi seorang yang berhasil, seharusnya kita memberikan pengabdian kepada masyarakat, minimal warga di sekitar kita.

Menjadi panitia di hari kemerdekaan nanti merupakan salah satu contoh, dengan memberikan hiburan rakyat seperti panjat pinang, atau menghibur anak-anak kecil dengan lomba permainan rakyat, artinya kita telah memiliki sifat dan sikap seorang pahlawan.

We never go down. Mengembalikan nama besar bangsa di mata dunia itulah PR besar bagi kita. Kejadian yang harus kita jadikan semangat yang luar biasa. MERDEKA.

Baca selengkapnya...

Saturday, July 11, 2009

Cinta Sudah Terlambat

Pertama kali mendengar lagu ini pernah dejavu pada suatu kisah seorang (tapi tidak akan saya sebut namanya). Bahwa apabila kita menyayangi seorang ya katakan saja sayang, katakan saja cinta. Urusan diterima apa tidak, itu belakangan. Nah ini saya postingkan lirik lagu Cinta Sudah Terlambat dari Dygta.

Cinta Sudah Terlambat - Dygta

seandainya ku katakan yang sesungguhnya
tentang perasaanku padamu selama ini
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
seandainya ku bisa memutar kembali
waktu yg telah pergi dariku
saat kau ada di sini denganku

reff:
sebenarnya hatiku selalu mencintaimu
hanya saja ku tak pernah mengatakan kepadamu
dalamnya cintaku menggenggam tulus hatimu
namun kini kau katakan cinta sudah terlambat

seharusnya ku tak biarkan kau menanti
kata cinta dariku yang tersimpan terlalu lama

dan seharusnya ku pahami isi hatimu
yang tulus menyayangi diriku
sebelum cinta menjadi miliknya

repat reff

cinta sudah terlambat, ooooooo

repeat reff

namun kini kau katakan cinta sudah terlambat



Baca selengkapnya...

Monday, June 01, 2009

Menjadi Pelajaran Penting (Jangan Tinggalkan Salat)

Ehm sibuk di kepentingan dunia dan melupakan akhirat, itu yang menjadi pelajaran penting bagi saya kemarin. Keluar rumah sejak pagi untuk mengajar di salah satu mall ternama di Palembang. Sesampai di sana, tampak seperti biasa. Ramai, dan di sana saya dilihat banyak orang mengajar hampir seratus anak TK swasta di Palembang.

Setelah mengajar saya memutuskan pulang ke rumah, karena menu di rumah kemaren siang begitu menggoda, yaitu makanan favorit saya tail soup alias sop buntut, saya makan dengan begitu lahapnya. Setelah itu saya salat Zuhur.

Sehabis itu saya pergi ke kantor untuk membuat sertifikat lomba yang diadakan di mall tersebut, sesampai di mall kembali, saya sudah harus mengawasi kompetisi games online. Setelah pukul 4 sore ingin pulang ke rumah lagi karena, celana saya kotor kena najis jadi saya risih buat salat. Tapi karena ramainya dan padatnya kegiatan saya batal pulang dan memilih menjaga tempat games, karena takutnya barang yang hilang dan merasa tidak enak dengan rekan sekantor yang sendirian. Tanpa terasa rupanya waktu sudah pukul 19.00, bukan hanya Ashar yang saya lewatkan.

Ternyata Allah menegur saya dan memberi saya peringatan yang benar-benar saya sadar ini lalainya saya sebagai hamba-Nya yang melewatkan salat. Sesampai di basement parkiran, saya mendapati helm saya yang belum satu bulan saya beli, serta harganya dua kali lipat dari upah mengajar saya hari itu raib diambil orang, walau dalam keadaan helm itu saya kaitkan di sadel jok, naas lagi hari itu saya kembali ditegur, kaki saya pada saat hendak memundurkan motor, kaki saya terkena knalpot motor di sebelah saya, alhasil kaki saya terjadi luka bakar.

Terhenyak sudah saya di atas motor, kalau hari itu benar-benar teguran luar biasa. Teman sekantor yang ikut pulang pun hanya terdiam. Bersyukur, Allah masih sayang kepada saya dengan cara menegur seperti itu. Sekali menjadi pelajaran penting buat kita semua.

Baca selengkapnya...

Monday, May 11, 2009

Selamat Menempuh Hidup Baru Cek Ana

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia berpasangan. Seminggu ini benar-benar sangat menguras segala hal yang ada di dalam diri. Tapi sungguh semua itu sirna setelah pesta pernikahan pertama dalam Keluarga Besar M. Muchtar H.M. Yusuf berjalan dengan lancar.

Ya, pernikahan kakak perempuan saya, persis satu strip di atas saya, karena saya putra kelima dari lima bersaudara dan kakak saya adalah putri keempat. Melangkahi kakak kami dari yang pertama sampai yang ketiga

Sedih, senang, semua rasa bercampur jadi satu. Ah, saya gak bisa nulis apa-apa lagi yang jelas, keluarga kami bertambah satu.

Baca selengkapnya...