Tuesday, May 13, 2008

Kilas Balik 10 Tahun yang Lalu

13 Mei 1998, tragedi memilukan, tragedi berdarah dan tragedi penuh noda. Tidak terasa sepuluh tahun sudah kejadian itu telah berlalu.


Berawal dari krisis moneter dan Tragedi Trisakti pada 12 Mei, yaitu tewasnya empat mahasiswa Trisakti Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Demonstrasi mereka berujung kematian, karena mereka tertembak oleh aparat keamanan.

Sejak dari kejadian itu, mulai dari tanggal 13-15 Mei 1998, Jakarta penuh noda, penuh darah, dan penuh amarah, kerusuhan Mei terjai. Tidak hanya Jakarta tapi di beberapa daerah lain kejadian ini juga berlangsung. Masih segar dipikiran saya yang pada saat itu masih kelas 4 SD, dimana Supermarket Ampera(saat ini jadi Kampus B Universitas Kader Bangsa) serta beberapa toko di kawasan 16 Ilir dijarah oleh masa.

Kalau ingat akan hal itu, kita berpikir adakah perubahan secara nyata, Orde Baru ke Orde Reformasi. Saya rasa jawabnya belum. Masih banyaknya pejabat yang doyan korupsi, masih kurangnya rasa tenggang rasa, kejadian rasis dan sebagainya.

Sebentar lagi BBM naik, demo dimana-mana sudah terjadi, saya khawatir kejadian Mei 98 akan terulang. Tapi semoga hal ini tidak terjadi, jika seluruh masyarakat Indonesia mau berpikir untuk melepaskan bangsanya dari krisis multidimensi ini.


3 comments:

eRiek said...

sebuah konsekuensi bahwa bangsa Indonesia sedang menuju perbaikan menjadi negara demokrasi. kerusuhan, penculikan, pembantaian massa, sampai pelanggaran HAM ketika itu 10 tahun yang lalu adalah pelajaran yang berharga buat kita semua generasi yang akan mengisi kepemimpinan akan datang.

mari membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi :-)

*masih ada optimis dalam hati sanubari ini :D

Mas Koko said...

Kasus ini belum tuntas, padahal udah 10 th, Semoga bisa tuntas kasus ini :)

Aan said...

@Erick
kakak ikut jarah dak kak :D

@Mas Koko
Susahnya negara yang gak tegakkan kadarkum