Saturday, June 23, 2007

All About Futsal

Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.

Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.


Sejarah

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.

Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.

Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.

Peraturan

Lapangan permainan
1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola
1. Ukuran: #4
2. Keliling: 62-64 cm
3. Berat: 390-430 gram
4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)

Jumlah pemain
1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
5. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

Perlengkapan pemain:
Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet

Lama permainan
1. Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
2. Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
3. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit

Rumput Sintetik bukan Futsal


Saya sering sekali mendapat pertanyaan soal rumput sintetik. Maka dari itu dengan ini saya ingin menjelaskan

pandangan saya soal lapangan Futsal dengan dasar rumput sintetik agar lebih jelas untuk Futsal mania di tanah air.

Terutama di Jakarta banyak sekali lapangan bermunculan dengan dasar rumput sintetik, dimana pengelola/owner

menggunakan kata-kata FUTSAL, seperti Futsal City, Planet Futsal dll. Hal ini sempat banyak membingungkan para

pemain Futsal. Virus rumput sintetik di Jakarta mulai populer berkat menjamurnya di Malaysia. Planet Futsal pertama

yang mendatangkan ke Indonesia dan di Jakarta pun banyak mendatangkan penggemar sepakbola dan Futsal.

Maka dari itu cabang Planet Futsal pun berkembang terus dan banyak kompetitor yang melihat suburnya bisnis Futsal

dan mulai menirukan hal yang telah dilakukan oleh Planet Futsal. Walaupun namanya PLANET FUTSAL akan tetapi

pihak pengelola mencantumkan kata-kata INDOOR SOCCER di bawah logo mereka dan saya sangat setuju dengan

predikat itu. Dengan terbatasnya lapangan sepakbola di Jakarta alternatif rumput sintetik adalah sangat tepat untuk

bermain sepakbola, bukan Futsal. Di bawah saya ingin memberi beberapa penjelasan bahwa rumput sintetik bukan

Futsal.

1. Garis lapangan dan ukuran gawang yang ada di beberapa Gor rumput sintetik tidak sesuai dengan aturan Futsal

berdasarkan aturan FIFA.

2. Ditutupnya lapangan dengan jaring mempersulit pemain untuk menggantikan pemain, bahkan jarak garis dan titik

corner ke jaring terlalu dekat.

3. Sepatu Futsal dengan bawah yg rata tidak cocok untuk rumput sintetik, bahkan membahayakan karena melakukan

gerakan dinamis yang dilakukan oleh pemain akan mengakibatkan cedera karena sol sepatu terlalu licin. Sepatu

sepakbola pun kurang cocok,

karena kaki akan merasa pool nya berkat rumput yang tidak ada tanah di bawahnya dan yang cocok hanya TURF

SHOES. Sepatu yang khusus dibuat untuk lapangan sejenis ini.

4. Sirkulasi bola sangat lambat jika dibandingkan dengan lapangan Futsal yang dasarnya kayu atau rubber/pvc.

5. Jika menggunakan bola Futsal ( Low Bounce ) akan hampir tidak ada pantulan, karena pantulan akan di-absorb oleh

rumput dan bola Futsal pun dibikin dengan pantulan rendah. Jika menggunakan bola nr 5 (sepakbola) pantulannya akan

lebih tinggi daripada

rumput asli. Jadi bola yang cocok untuk rumput sintetik, saya tidak tahu.

6. Di Eropa rumput sintetik digunakan sebagai alternatif unutk rumput biasa, seperti di liga Inggris telah ada beberapa

stadion yang menggunakannya. Akan tetapi di Eropa tidak ada stadion rumput sintetik yang menyebutkan dirinya

sebagai stadion Futsal.

7. Kejuaraan Internasional Futsal ( Kejuaraan dunia, Asia dan ASEAN ) yang digelar oleh FIFA tidak ada satupun yang

menggunakan rumput sintetik, lebih ke rubber/pvc.

AMFC - Adjie Massaid Futsal Clinic

http://www.amfc.or.id/main Powered by Joomla! Generated: 23 June, 2007, 11:59

8. Jika anda ingin meningkatkan skill Futsal Anda di lapangan jenis ini, saya sangat meragukannya. Karena banyak

faktor yang tidak mendukung seperti yang saya jelaskan di atas.

Kenapa gor dari rumput sintetik berkembang biak? Hal yang paling jelas adalah bahwa lapangan Futsal yang

sebenarnya telah penuh tersewa, maka dari itu pemain mencari alternatif yang lain. Dan juga dari segi bisnis biaya

rumput sintetik bisa 4-5x lebih murah daripada gor yang dasarnya dari rubber atau pvc seperti di gor basket dan STC

Senayan.

Jadi bukan saya anti rumput sintetik, bahkan saya dukung sebagai alternatif untuk lapangan sepakbola yang jumlahnya

sangat terbatas di Jakarta. Saya hanya sangat keberatan jika rumput sintetik disebut Futsal karena olahraga Futsal baru

berkembang di Indonesia dan banyak sekali pemain yang ingin bermain Futsal dan tidak/belum mengetahui peraturan.


sumber : Wikipedia Indonesia