Thursday, July 03, 2008

Palembang Markas Teroris

Sumpah pagi kemarin saya benar-benar surprise waktu baca koran di headlinenya kalau di daerah 20 Ilir tepatnya belakang hotel Sahid Imara adalah markas teroris jaringan internasional. Gila, kok bisa ya mereka leluasa banget masuk kota yang dinilai lumayan aman dari ancaman-ancam seperti itu.

Penasaran atas berita itu, semalam selesai pulang kuliah saya membuka TV One karena acara-acara berita di stasiun ini bagus menurut saya. Benar banget rupanya, acara Apa Kabar Indonesia meliput secara langsung kalau jumlah tersangka teroris yang diamankan yang awalnya diketahui ada 2 orang bertambah menjadi 9 orang. Gilanya lagi bom yang mereka simpan dan rakit, kalau meledak besarnya lima kali bom Bali.

Wah gak kebayang, kalau bom itu diledakkan di kota Palembang ini. Habis pastinya sebagian kota Palembang. Yang saya heran tapi kenapa POLDA SUMSEL menilai kurang tahu atas penangkapan ini, seharusnya mereka langsung tahu, walau sebenarnya yang melakukan penangkapan secara langsung tim dari Detasemen 88 dan Brimop Polda Sumsel yang di Bukit Besar. Dengan kejadian ini tentunya kita harus lebih hati terhadap orang-orang asing. Rencananya para tersangka akan dibawa ke Jakarta pagi tadi, semoga teroris bisa ditanggulangi, kasihan orang yang tidak bersalah, walau mereka membawa nama Islam katanya, tapi sesungguhnya Islam tidak mengajarkan kekerasan

5 comments:

itikkecil said...

memang serem ya.... jadi ngeri jalan-jalan ke mall.

AdityaWirawan said...

Iya saya juga kaget dengan berita itu. Saya tidak ingin kota saya terganggu, dan secara umum saya tidak ingin Indonesia dirusak oleh orang yang mengaku Islam tapi membenarkan pembunuhan terhadap orang awam dan membunuh secara tidak langsung perekonomian rakyat.

trendy said...

saya lebih suprise lagi om!
saya liat sendiri waktu itu!
kirain mau jagain saya buat pulang kerumah tu polisi banyak!

Anonymous said...

sikap yang bijak, dekati personilnya, pelajari pola pikirnya. karena hal yang kita anggap salah, juntru suatu kebanaran bagi mereka. upayakan dapat ikan tanpa mengeruhkan air. masalah teroris adalah masalah kompleks meliputi keyakinan dan pola pikir. pendekatan secara psikologis sangat diperlukan. dalam hitungan detik mereka bergerak, dalam hitungan scont kita mulai startegi pendekatan psikologis.

Aan said...

@itik kecil
bagi aan, mati itu tangan Allah, tapi masalahnya apa kita bersalah, dan yang menjadi target mereka?

@Awank
Iyo kak, I luv Palembang

@trendy
emang kau sapo nyong, heheheh :P

@anonymous
kita dekati tapi mereka menjadi api.