Friday, November 28, 2008

Salat Jumat

Jumat itu hari yang spesial bagi umat Islam. Hari dimana rejeki dibuka seluas-luasnya, penuh dengan kebaikan, dan di antara kebaikan itu adalah kewajiban untuk menunaikan ibadah Salat Jumat terkhusus kaum laki-laki.

Di sini saya tidak akan membahas tentang tata cara salat Jumat atau yang lainnya. Tapi saya di sini akan membahas bagaimana sikap pada saat Salat Jumat. Hampir di setiap masjid saya menemukan kejadian seperti ini, ya berbicara pada saat khotib membacakan khotbahnya, kalau saja itu anak kecil mungkin saya tidak sampai menulis di sini. Tapi ini orang dewasa, yang sudah akil baligh.

Padahal sebelum pelaksanaan khotbah seorang masyirol telah memberikan suatu hadist Rasulullah tentang larangan untuk berkata-kata alias berbicara. "Barang siapa berkata-kata pada saat khotib menyampaikan khotbahnya, baik perkataan itu menegur bahkan menyuruh orang lain diam pun, maka pahala salat Jumatnya akan menjadi sia-sia". Mungkin itulah kurang lebih seruan hadist Rasul.

Yang saya pikirkan adalah, apa mereka tuli atau tidak mengerti maksud tersebut. Bukan maksud saya mengurusi orang lain, karena jujur saya bukanlah ahli ibadah, tapi di blog saya ini saya hanya ingin mengungkapkan kekesalan saya saja.

5 comments:

ve said...

sabar be an..

doake be smoga org2 tsb mendapat hidayah-Nya...

Mas koko said...

Nah itu tuh an yg aku mau tanya.... kl khotib dah naek mimbar dan menyampaikan khutbahnya ga' boleh ada yg bicara, la itu si Masyirol kok malah ngomong ...

Indah said...

sssttt! jangan berisik..

Aan said...

@Mas Koko
Ngomong yang mana maksudnya...yang jedah habis khutbah pertama ya.. itu kan salawat sunnah.. Kalo yang penyampaian hadist itu kan blm khotib

ndop said...

kalo anak kecil masih bisa diwajari, tapi kalo sudah orang dewasa atau bapak-bapak? waduh, minta dipentungi aja. hehehe

tips: duduk di depan sendiri aja, dijamin ndak ada yang rame...!!!